Real Count PSI Meroket, Ini 10 Provinsi Penyumbang Suara Terbanyaknya

Real Count PSI Meroket, Ini 10 Provinsi Penyumbang Suara Terbanyaknya

Smallest Font
Largest Font

Tanoniha.com— Baru-baru ini PSI alias Partai Solidaritas Indonesia sedang menjadi buah bibir di dunia maya. Pasalnya, berdasarkan hasil rekapitulasi suara atau Real Count dari Komisi Pemilihan Umum (KPU), suara KPU tiba-tiba melonjak. Berdasarkan pantauan real count KPU per Minggu, (2/3/2024) pukul 17.00 WIB suara PSI merangkak naik menjadi 2.402.341 atau 3,13% dimana pada awalnya hanya sekitar 2,5%. Data tersebut dengan suara terkumpul mencapai 65,76% dari seluruh Tempat Pemungutan Suara (TPS).

Menanggapi hal tersebut, PSI memperingati untuk semua pihak agar tidak menyampaikan pernyataan tendensius soal rekapitulasi suara KPU yang masih berprorse. Wakil Ketua Dewan Pembina PSI, Grace Natalie mengungkapkannya sebagai bentuk respon sejumlah kalangan yang menyoroti lonjakan suara PSI dalam beberapa hari terakhir di rekapitulsai real count KPU.

Menurutnya, penambahan ataupun pengurangan suara selama proses rekapitulasi adalah sesuatu yang wajar. Tidak wajarnya jika ada pihak-pihak yang mencoba menggiring opini dengan mempertanyakan hal tersebut. “Hingga saat ini masih ada puluhan juta suara yang belum dihitung,” tambah Grace kepada kompas.

Grace menilai suara mayoritas itu berasal dari basis pendukung Presiden Joko Widodo (Jokowi) sehingga suara PSI masih dapat bertambah lagi. “Apalagi hingga saat ini lebih dari 70 juta suara belum dihitung dan sebagian besar berada di basis-basis pendukung Jokowi di mana PSI mempunyai potensi dukungan yang kuat,” kata Grace.

Melanjutkannya, Grace mengingatkan untuk partai politik lain yang mengalami peningkatan presentase suara dalam rekapitulasi KPU seperti PKB dan Partai Gelora. Ia memberikan contoh, dalam quick count atau hitung cepat versi lembaga survei Indikator Indonesia, PKB memperoleh 10,65% suara. Namun dari rekapitulasi KPU telah mencapai 11,56% atau ada penambahan 0,91%.

Sementara, Partai Gelora mendapatkan 0,88% suara dalam quick count, dan pada rekapitulasi KPU telah mencapai 1,44% atau bertambah 0,55%. Grace juga menjelaskan jika partainya dalam quick count lembaga survei indikator mendapat angka 2,66% suara dan rekapitulasi KPU kini ada di 3,13% atau selisih 0,47%, Grace menyebut selisih PSI lebih kecil daripada kedua contoh partai tersebut.

“Kenapa yang disorot hanya PSI? Bukankan kenaikan dan juga penurunan terjadi di partai-partai lain? Dan itu wajar karena penghitungan suara masih berlangsung,” tutur Grace.

Kemudian Grace juga meminta semua pihak untuk bersikap adil dan proporsional. Ia juga meminta semua pihak untuk menunggu hasil rekapitulasi akhir dari KPU dan jangan menggiring opini menyesatkan publik.

Hasil Sementara PSI di Real Count Pileg 2024 (dalam %)

Melihat hasil real count Pemilihan Legislatif (Pileg) 2024 dari KPU terdapat 18 partai politik (parpol) nasional. Dari jumlah itu sudah ada delapan yang mencapai ambang batas parlemen sebesar 4%. Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) masih unggul dalam perhitungan asli data TPS atau real count. Diikuti Partai Golongan Karya (Golkar) pada Posisi ke-2 dan Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) menempati Posisi ke-3.

PSI sendiri berada pada Peringkat ke-10 dengan hasil 3,13% suara. Meski tidak masuk ambang batas parlmen, suara PSI terbilang naik signifikan, di mana pada awal real count hanya 2,5% dan kini bertambah menjadi 2.402.342 suara.

Mengutip dari CNBC Indonesia, Provinsi Jawa Timur menjadi penyumbang terbesar suara PSI di Indonesia, jumlahnya 547.605 suara. Disusul Jawa Tengah 405.204, Jawa Barat 373.722, DKI Jakarta 155.409, Lampung 110.918, Banten 110.918, Banten 110.062, Sumatera Selatan 78.332, Sulawesi Selatan 54.836, Nusa Tenggara Timur 52.300, dan Riau 47.404.

Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Konten Terkait